Sally masih memikirkan ciuman Sean setelah pesta. Walau rasa takut akan masa lalunya muncul, tapi ada percikan yang ia rindukan hadir kembali. Kalau dulu pengalaman berciuman panas mereka hanya sampai sebatas pengalaman anak SMA, yang dirasakan oleh Sally sekarang justru jauh lebih parah. Merasakan tangan Sean menarik pinggangnya merapat disaat bersamaan bibir keduanya tengah saling bertautan, debaran jantung Sally menggila sekaligus meremukkan semua usaha perjuangannya selama ini melupakan Sean. Ia terus memegang bibirnya dan membayangkan sepasang mata tajam mengabut Sean yang menatapnya. Sally bisa merasakan kalau Sean masih mencintainya dari cara Sean menatapnya semalam. "Bisa bekerja denganmu dan melihatmu setiap hari, itu sudah lebih dari cukup. Aku mencintaimu Sean.” Sally memejamk

