“Hem, aku pernah menyukai seseorang dan sampai sekarang mungkin perasaan itu masih ada.” Aku menatap wajah Sally yang mengaku masih memiliki perasaan dengan pria lain. Jantungku berdebar seakan tahu siapa yang dimaksud Sally. Bahkan caranya mengakui dengan menaikkan kepalanya menatap cahaya bulan di atas sana sudah menjawab langsung perasaan Sally kepadaku masih sama. Setelah makan malam dan mengobrol dengan orang tua Sally, aku dan Sally mengajak Sion ke taman belakang lagi karena anakku masih ingin bermain ayunan di sana. Dan aku duduk di bangku taman bersama Sally sambil memperhatikan Sion yang mencoba beberapa ayunan di taman ini. Namun pikiranku berputar mengingatkanku lagi untuk tidak kegeeran, belum tentu dia yang dibicarakan Sally itu aku. Bisa saja pria yang masih hadir di hat

