Hanya melihat kegugupan di wajah Sally aku sudah bisa menebak apa yang akan Sally katakan, tapi aku berusaha bersikap tidak tahu menahu. Bahkan dalam hati tidak henti-hentinya aku menyesali diri dengan apa yang sudah kuperbuat dan aku harus mampu belajar untuk memperbaikinya pelahan-lahan meskipun harus berbohong lagi pada Sally. “Kalau begitu ceritakan. Meskipun pahit aku akan coba untuk mengerti. Kejadian dulu membuat aku belajar lebih baik mendengar langsung dari kamu daripada aku menduga dan menjadi bodoh karena salah paham.” Aku mendekap kedua tangan Sally merasakan kegugupan dari tautan kedua tangannya yang terlihat kencang dan dingin. Melihatnya menatapku seperti ragu bercampur takut membuatku mengutuki perbuatanku dulu sampai-sampai Sally jadi tidak percaya diri seperti ini. “K

