Dalam perjalanan pulang, Sally masih memasang mode bungkam enggan memulai pembicaraan lebih dulu. Sedangkan Sean nampak beberapa kali melirik Sally dengan jantung berdebar takut untuk mengajak calon istrinya bicara. Lebih baik Sally memaki atau membentak bahkan rela dipukul sekalian kalau hal itu bisa membuat perasaan Sally menjadi lebih baik dan memaafkannya. Tidak seperti sekarang diam membuatnya resah gelisah serba salah sendiri. Belum juga masalah mereka selesai, ponsel Sean yang dikaitkan di dashboard mobil berdering dan dilayar tertera nama Liana membuat Sean mendengus dan menantap wajah Sally yang semakin menoleh ke samping setelah tidak sengaja melihat nama di ponsel. Hati Sally mendongkol pasalnya urusan kebohongan soal Ben saja masih belum mereka selesaikan dan sekarang datang l

