Hari itu datang, hari dimana pernikahan Emily dan Reymond terjadi. Hanya dalam waktu satu bulan Reymond mempersunting Emily. Tidak tanggung-tanggung untuk hari pernikahannya dengan Emily, Reymond menggelarnya di sebuah hotel mewah di Jakarta. Dekorasinya terlihat elegant dan menajubkan, bunga-bunga indah terpajang di setiap sudut aula pernikahan mereka. Sajian lezat terhidang di meja prasmanan.
Reymond juga mengundang seluruh koleganya dan sahabatnya. Para tamu penting hadir ke pernikahan mereka.
Penampilan Emily begitu mempesona dengan balutan gaun bermodel kebaya berwarna cream dengan ekor menjuntai menyentuh lantai. Rambut Emily di sanggul dan dihiasi jepitan indah.
Dan begitu juga dengan penampilan Reymond, pria itu terlihat gagah memakai setelan tuxedo berwarna hitam. Wajahnya terlihat semakin tampan.
Emily mengatur napasnya ketika langkahnya baru saja memasuki altar pernikahan, dia didampingi oleh Febby dan juga sepupu Reymond bernama Mikaela. Bibirnya terus tersenyum kepada para tamu yang tengah memperhatikannya dengan tatapan terpesona. Emily memandang takjub dekorasi pernikahannya. Begitu mewah, bahkan Emily tidak pernah bermimpi hari pernikahannya ini begitu mewah dan dia juga tidak pernah bermimpi jika pria yang dinikahinya adalah Emon alias Reymond. Sebentar lagi pria itu akan menjadi suaminya.
Ya Tuhan! Reymond akan menjadi suamiku?!! Jerit Emily dalam hatinya. Dia masih tidak percaya dengan semua ini. Semua ini terjadi begitu saja tanpa dia pernah duga.
Setelah tiba dihadapan Reymond, Emily menahan napasnya dalam-dalam. Jantungnya berdebar kencang melihat Reymond yang sedang tersenyum hangat kepadanya. Tampan, itu lah yang ada dipikiran Emily saat ini tentang Reymond.
Dion dan saudara sepupu Reymond bernama Gabriel berdiri tidak jauh dibelakang Reymond.
Reymond mengambil kedua tangan Emily dan menggengamnya. Wajah Emily kontan merona.
Tidak lama upacara pemberkatan pernikahan mereka di mulai. Selanjutnya Reymond dan Emily mengucapkan janji pernikahan. Setelah mengucapkan janji pernikahan, mereka saling menyematkan cincin pernikahan di jemari mereka masing-masing. Reymond dan Emily telah resmi menjadi pasangan suami-istri.
Tepuk tangan mulai terdengar, para keluarga dan tamu begitu bahagia dengan pernikahan mereka.
Reymond yang tidak bisa menutupi rasa bahagianya karena telah mempersuting Emily langsung menarik bahu Emily dan mencium bibir wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu tanpa malu-malu.
Emily langsung buru-buru melepaskan ciuman dari Reymond. Wajahnya terlihat memerah sekarang karena menahan malu. Reymond hanya menahan tawanya melihat kegugupan Emily.
Tawa riuh mulai terdengar melihat ketegangan diwajah Emily.
***
Emily Johnson, bersediahkah kau menikah denganku? Memberikan hatimu dan hidupmu kepadaku? Berjanji setia kepadaku dalam sedih dan bahagia? Selalu mencintaiku dalam keadaan apapun? Sebagai suamimu kelak, dihadapan Tuhan dan saksi pernikahan kita, aku akan selalu menjagamu sampai akhir hayatku…, kau adalah segalanya untukku….,
Kata-kata yang keluar dari mulut Reymond ketika mengucapkan perjanjian pernikahan mereka tadi selalu berputar di pikiran Emily. Kata-kata itu begitu manis dan indah. Emily tidak percaya Reymond akan mengatakan hal itu kepadanya.
Dan Emily pun membalasnya.
Edmond Smith Reymond Beily, aku bersedia menikah denganmu…, aku berjanji di hadapan Tuhan akan selalu bersamamu dalam sehat, sakit, sedih dan juga bahagia…,
Emily hampir menangis saat mengucapkan perjanjian pernikahannya tadi. Suasanya begitu haru. Dia tidak percaya jika sekarang dia sudah menjadi seorang istri.
Lalu dia memandangi sekelilingnya untuk mencari sosok Reymond, ternyata pria itu sekarang sedang berdansa dengan neneknya. Senyum Emily mengembang melihat Reymond, sepertinya Reymond begitu menyayangi neneknya. Sedangkan Ayahnya sedang berbincang seru dengan keluarga Reymond menggunakan bahasa Belanda yang tidak Emily mengerti.
Kemudian dia menghela napasnya berat, bagi Reymond pernikahannya dengan Emily adalah pernikahannya yang kedua kali. Tetapi Emily merasa ini adalah pernikahan pertama bagi Reymond, saat mengucapkan janji pernikahan dengannya tadi, Emily bisa melihat sepasang mata elang Reymond mengembang. Pria itu begitu gugup saat mengucapkan janji pernikahan mereka, kedua tangan pria itu terasa dingin saat menggengam kedua tangannya.
Sebulan sebelum pernikahan mereka di laksanakan, Emily selalu bertanya kepada Reymond tentang istri pria itu, tetapi Reymond selalu mengalihkan pembicaraan. Selain itu, jika memang Reymond telah memiliki istri sangat dipastikan salah satu keluarga besar Reymond menyudutkannya ataupun menatap Emily dengan penuh kebencian. Tetapi tidak ada satupun keluarga Reymond yang menunjukan sikap seperti itu kepadanya. Seluruh keluarga besar Reymond menerima kehadirannya begitu hangat. Dan Emily tidak pernah mendengar satupun pihak keluarga Reymond membicarakan istri pertama Reymond dan itu membuatnya gelisah setengah mati memikirkannya. Sungguh Emily sangat penasaran dengan sosok istri Reymond.
Tiba-tiba Febby datang membawakan Emily segelas minuman segar.
“Terimakasih banyak Feb!” seru Emily dan meneguk minuman segar itu sampai tidak tersisa, dia sangat haus sekali. Ini adalah hari terberat untuknya.
“Oh Tuhan, Em! Aku masih belum percaya kau menikah dengan Reymond! Bisa dibilang kau begitu beruntung menikah dengannya, bisa juga dibilang tidak. Aku sangat yakin, setelah menikah dengannya hidupmu akan dikendalikan olehnya.” Kata Febby membuat tubuh Emily meremang ngeri.
“Feb, jangan menakuti-nakutiku…,” protes Emily.
Febby menyengir, “aku hanya bercanda beib!” serunya, lalu dia memeluk Emily, “aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu…, aku sangat bahagia sekarang melihat sahabatku sudah menikah…,”
Emily tersenyum senang mendengarnya, dan tidak lama Febby melepaskan pelukannya ketika melihat Dion sedang berdansa dengan seorang wanita cantik.
“Baru ditinggal sebentar saja, dia sudah berbuat aneh-aneh!” keluh Febby membuat Emily mengerutkan keningnya heran.
“Sejak kapan kau tidak suka melihat Dion dekat dengan wanita?” tanya Emily heran.
Febby mengangkat bahunya, “sejak baru-baru ini!” jawabnya dan pergi dari hadapan Emily.
Emily hanya tertawa mendengarnya. Tiba-tiba ada yang menyentuh bahunya membuatnya tersentak kaget, dia menoleh, “Reymond,” pekiknya saat mendapati Reymond berdiri tepat dibelakangnya.
“Kita harus kembali ke kamar hotel, jam lima sore nanti kita harus terbang ke Perancis…,” kata Reymond dingin.
Setelah pernikahan mereka terlaksana, Reymond akan langsung membawa Emily ke Perancis untuk berbulan madu. Pria itu sudah mempersiapkan bulan madu mereka dari tiga minggu yang lalu. Dia begitu antusias mempersiapkannya seorang diri.
Dan ketika Reymond mengatakan kepada Emily, jika mereka akan berbulan madu ke Perancis setelah menikah, Emily begitu terkejut. Wanita itu tidak percaya jika Reymond akan mengajaknya untuk berbulan madu. Emily pikir setelah menikah dengan Reymond, semuanya berjalan seperti biasa. Nyatanya Reymond menginginkan berbulan madu setelah mereka menikah, itu sangat diluar ekspetasinya. Apalagi hubungan pernikahan mereka saat ini hanya murni sebatas perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak tanpa ada perasaan sedikitpun di hati mereka. Selain itu Emily hanya istri kedua Reymond, apa yang harus Emily harapkan dari Reymond? Tidak ada yang harus dihadapkan, Emily akan selalu menjadi yang kedua.
“Baik tunggulah, aku akan meminta Febby untuk menemaniku…,” balas Emily dan berbalik untuk menemui Febby yang sedang bertengkar dengan Dion, tidak lama langkahnya terhenti begitu saja saat Reymond menarik lengannya.
“Kau tidak membutuhkan Febby untuk menemanimu, sudah ada aku yang akan menemanimu…,” kata Reymond dengan senyuman tipis.
Emily tercengang mendengarnya, “kau sangat menakutkan Rey…,” ucapnya membuat Reymond tertawa renyah.
“Ini belum seberapa, aku bisa lebih menakutkan jika kau tidak menurut kepadaku…,” balas Reymond.
Emily menggeleng mendengarnya, dengan senyuman dia menerima uluran tangan Reymond. Dan melangkahkan kakinya bersama Reymond menuju kamar hotel yang telah dipersiapkan Reymond.
Tanpa Emily sadari, Reymond tengah mengulum senyum bahagianya mengandeng tangan kiri Emily.
***