Epilog

1177 Words

“Kamu nggak apa?” tanya Yoga khawatir melihat Viar yang tampak kesakitan sambil memegangi pinggangnya. Pemuda itu kembali menggunakan satu kruk untuk menopang tubuhnya.             Viar meringis. “Kemaren aku nyoba main basket,” aku Viar. “Mungkin aku harus kontrol ke dokter nanti.”             Yoga berdecak-decak. “Kamu ini memang bandel!” oloknya.             Kedua remaja itu lalu menyusuri lorong bersama dan bertemu dengan Satya dan Ilham yang sedang mengobrol dengan seru. Sudah sejak sebulan yang lalu Satya mulai bekerja sambilan di lembaga bimbingan belajar yang sedang dirintis oleh Ilham dan teman-temannya, sehingga sahabat mereka itu jadi semakin dekat dengan musuh bebuyutan Yoga.             “Vi, kamu pakai kruk lagi?” Satya yang bersitatap dengan Viar langsung terkesiap, menda

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD