58. Memburu

2034 Words

Senyum itu terlihat sempurna ketika Nathan benar-benar memberikan godaan. Ibel pun kini memegang pipi Nathan, pelan memberikan ciuman di sisinya. "Kenapa kamu liatin Grandpa begitu?" Ibel menggelengkan kepala. "Apa Grandpa masih sakit? Obatnya pahit atau tidak?" Nathan menahan tawa. "Kenapa tanyanya obat?" "Iya, soalnya setiap Ibel minum obat itu pasti pahit. Enggak enak!" ucap Ibel polos, dia menatap lagi arloji Nathan. Tahu akan apa yang sedang menjadi perhatian bocah cantik di depannya, Nathan melepas jam tangan kemudian memakaikannya ke pergelangan tangan Ibel. "Ini buat kamu, suka?" Lagi, Ibel tampak ceria. "Beneran? Wah, tapi … Kenapa besar sekali?" Kini Nathan sanggup tertawa dengan lantang, dia merasa Ibel benar-benar lucu. Juga tawanya diikuti oleh Ibel, kini mereka saling m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD