66. Surat Vania

2008 Words

Pria yang sedang menjerat Frada itu sempat melirik rekannya, Tristan menggunakan kesempatan ini sebagai cara menyerang dengan menendang tangan pria yang menguasai senjata, setelah pistol itu terlempar barulah Tristan mengambil pisau buah itu dan melayangkannya tepat mengenai leher. Seketika pria itu menjauh lalu Tristan pun langsung menarik lengan Frada. Pelan, Tristan membawa Frada duduk. "Tunggu di sini! Dan … Jangan bergerak ke mana-mana!" Frada hanya diam ketika Tristan kembali bergerak memberi pukulan tepat di d**a pria satunya. Saat itu berulang-ulang, Frada menatap pria yang kini hanya diam di lantai sambil menahan lubang di leher. Frada beringsut karena tidak kuasa menahan tangis ketakutan, lalu membenamkan wajahnya di tumpuan tangan. Dalam beberapa menit mengurus dua orang yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD