Mereka yang baru saja pindah membereskan rukonya dan mereka hanya tidur di atas lantai yang beralaskan tikar tidak ada kasur tidak ada ranjang. Semut-semut berbaris juga menggigit mereka yang tidur di lantai.
Ayah Asya membuka usaha fotocopy, kini perlahan mereka sudah punya uang dan membeli sedikit demi sedikit peralatan rumah mulai dari ranjang, kasur, lemari, kulkas dan lainnya.
Usaha yang mereka rintis perlahan maju pesat karena bekerja sama dengan sekolah-sekolah terdekat. Toko fotocopy itu diberinama “Rasya” sampai akhirnya dibukalah toko foto copy di seberangnya dengan lebih besar dan barang yang lebih banyak, perlahan orang-orang mulai membeli di sana, ada juga beberapa sekolah yang beralih ke sana yang lebih menjanjikan.
Rasya kini telah masuk sekolah dasar, sekolah itu terletak di seberang jalan rumahnya. Pertama kali masuk sekolah Rasya masih tidak berani ke sana sendiri, ia selalu ditemani ayah atau mamanya bahkan tante ulfanya.
Dia selalu mendapat bullian dari teman-temannya yaitu sari, ulya dan nazirah. Sampai kelas 2 barulah mereka semua baikan, Rasya kini berteman baik dengan sari ulya tapi tidak dengan nazirah yang tidak bergabung dengan mereka.
Sari ini menjadi bos dari pertemanan mereka, dimana semua yang dia mau harus diturutin, dia mengatur siapa yang boleh berteman dengan Rasya. Bahkan Rasya tidak boleh berteman sama sekali dengan sepupunya Ayu yang juga bersekolah di sana. Jika Rasya tidak menurutinya maka semua orang akan dihasut Sari supaya tidak berteman dengan Rasya. Alhasil dia harus bermusuhan dengan Ayu.
Pertemanan Rasya dan Sari kini sampai di kelas 5, mereka berteman tapi tidak layak seperti yang dikatakan pertemanan karena Sari menganggap dirinya bos lantaran dia punya kuasa, ia tinggal di sekolah karena ibunya salah satu guru di sana dan ayahnya tentara.
“Kita buat kado yuk, nanti kita tukar-tukar” ajak Nazirah yang kembali berteman dengan mereka.
“Ayo boleh”
Keesokan harinya Sari, Rasya dan Nazirah telah menyiapkan masing-masing dua kado.
“Oke sekarang kita ambil ya kadonya”
Sari, Rasya dan Nazirah mengambil masing-masing dua kado dari orang yang berbeda
Kado pertama yang dibuka adalah kado dari Rasya yang berisi pensil, penghapus dan rautan.
Kado kedua yang dibuka dari Sari yang berisi hanya sebiji pulpen
Kado terakhir dari Nazirah yang hanya berisi dua lembar kertas binder warna yang lusuh
Rasya sangat kecewa dengan pemberian Nazirah yang kertas binder lusuh sedangkan ia memberinya alat tulis.
Setahun kemudian mereka kini duduk di kelas 6 Rasya masih berteman dengan Sari. Setiap sore Rasya selalu bermain bersama Sari di rumahnya, mereka sekarang hanya berteman berdua tidak ada yang jadi bos Sari sudah bertobat untuk tidak jahat lagi dan melalukuan bullian lagi kepada siapa pun.
Bulan ramadhan Sari selalu mengajak Rasya untuk selalu sekolah bareng dia, ia selalu menjemput Rasya.
Ujian akhir sekolah kini sudah dilalui Rasya dan Sari berencana melanjutkan di sekolah yang sama karena pertemanan mereka kini semakin akrab.
“Sya, kita masuk di SMP Bina Bangsa saja ya”
“Iya Sar, nanti kita lamar bareng ke situ”
Keesokan harinya sari dan asya pergi ke SMP Bina Bangsa untuk melamar menjadi siswa di sana.
Semua persyatan kini telah selesai dan besok adalah hari pertama mereka masuk sekolah
“Sar semoga kita sekelas ya, nanti kalau kita sekelas kita duduk bareng ya” pinta Asya
“Iya sayangku” memeluk Asya
Setelah pembagian kelas ternyata Asya dan Sari ditempatkan dikelas yang sama yaitu kelas 7A dan mereka memilih duduk di bangku pertama.
Hari-hari sekolah pun sangat menyenangkan, pertemanan mereka semakin akrab. Tidak hanya di sekolah di rumah pun mereka sering menghabiskan waktu bersama.
Keesokan harinya di sekolah mengadakan kegiatan Persami atau perkemahan sabtu minggu.
“Sya kita ikut yuk, kayaknya seru”
“Iya boleh, daftar dimana”
“Gak tahu juga nanti coba kita tanya sama guru yang masuk”
Kebetulan hari itu setelah istirahat masuklah guru olahraga di kelas mereka.
“Anak-anak di sekolah kita diadakan kegiatan PERSAMI atau perkemahan sabtu minggu nanti kalian semua akan nginap di sekolah nanti kalian tidur di tenda semacam camping gitu dan nantinya bakalan ada juga permainan-permainan seru seperti mencari bendara dan kita juga akan adakan api unggun makan bersama dan lain-lain” jelas pak Pak Zainal
“Kapan pak” tanya salah satu siswa
“Sabtu ini, jadi siapapun ya berminat boleh daftarkan sama bapak”
“Sya gimana daftar kita”
“Aku tanya sama mama dulu nanti ya”
“Oke aku juga lah”
Setelah bertanya pada orang tuanya Asya dan Sari mendaftar acara tersebut.
Hari sabtu setelah pulang sekolah semua peserta PERSAMI dengan memakai seragam pramuka mereka semua berkumpul di halaman sekolah dengan membawa semua peralatannya masing-masing.
“Oke adik-adik sekarang kakak akan bagikan kalian kelompok jadi setiap kelompok nanti akan diberikan satu tenda untuk kalian istirahat” jelas ketua panitia
Setelah pembagian kelompok Asya dan Sari mendapat kelompok yang sama.
Malamnya mereka membuat api unggun dan makan malam bersama. Di api unggun mereka duduk di depan tenda masing-masing dan ada kakak-kakak leting yang bernyanyi dengan menggunakan gitar.
Setelah acara itu selesai mereka semua kembali ke tenda dan beristirahat
Jam dua pagi
“Priiiit” bunyi peluit kakak ketua
“Diperintahkan semua peserta untuk bangun sekarang” teriak ketua
“Ayo bangun” menggedorkan tenda
“Bangun-bangun” menggedorkan tenda kelompok lain
Asya yang terbangun dan gemetaran akibat bentakan-bentakan yang terdengar ia langsung mengambil kerudungnya dan keluar. Mereka di bariskan dan mendengar aba-aba
“Kak kerudung saya hilang” kata salah satu siswi yang mencari kesana kemari kerudungnya
“Kemana, kenapa tidak ada kerudung kamu”
“Iya kak saya udah cari kemana-kemana tapi tidak ketemu”
“Yaudah coba kamu pakai yang lain, dan cepat kembali ke barisan”
Ternyata kerudung yang dipakai Asya adalah kerudung milik kak Desi kakak-kakak yang setenda dengannya, kerudungnya ia masukin tas jadi jika ada apa-apa ia langsung dapat mengambilnya, tapi pas ia bangun tadi kerudung milik kakak Desi tepat berada di sampingnya yang membuat ia langsung mengambil tanpa berpikir itu kerudung milik siapa.
Setelah acara renungan malam selesai mereka kembali ke tenda masing-masing
“Itu kaya nya kerudung aku” kata Kak Desi yang melihat kerudung yang ada bros miliknya
Asya melihat kerudung yang dipakainya “hah maaf kan Asya gak sengaja mengambilnya”
Asya membuka kerudungnya di dalam tenda lalu mengembalikannya.
Keesokan harinya semua peserta disuruhkan mandi di sungai terdekat
“Sar kita mandi gak ya”
“Asya takut turun ke sungai”
“Gak apa-apa kan ada aku”
“Baiklah ayo kesana”
Asya dan Sari membukakan baju mereka di tenda dan melilitkan sarung di badan mereka kemudian memakai kerudung besar lalu mereka pergi ke sungai untuk mandi.
Setelah semua peserta mandi di sungai acara pun dilanjutkan. Acara selanjutnya mengharuskan semua kelompok jalan kehutan dekat sekolah untuk menemukan bendera, kelompok siapa yang menemukan bendera terbanyak maka akan menjadi pemenangnya.
Semua kelompok turun ke hutan untuk mencari bendera, mereka mencari ke semua pelosok.
“Eh mbok cepetan jalan” seru kakak panitia kepada Asya
“Iya kak” lanjut Asya
Setelah melewati semua jalan akhirnya mereka kembali ke sekolah untuk menentukan pemenangnya. Kelompok Asya dan Sari kalah dari kelompok lain.
Serangkaian acarannya selesai dan mereka semua pulang.
*Maksih ya guys sudah hampir
Yuk bantu ramaikan