Sikap Manis Kak Aji pada Rindu "Bolehkah aku menjadi kesempatan untuk bahagiamu?" - Aji Satya Wijaya - "Jadi bolehkah saya mengenal anda lebih jauh Bu Asdos?" Tanya Aji dengan senyum yang begitu menawan Deg! Apa yang harus ia jawab? Kenapa dia bertanya hal itu dengan polosnya? Padahal dia kan lebih jauh tua dariku? Mata kami saling bertemu. Bibir kami terkatub. Seakan tak ada hal yang bisa kami bicarakan. Semua karena suasana canggung ini. Oh tidak!! kenapa harus canggung begini. Batin Rindu dan Aji Aji! Kau harus membuka pembicaraan ini!! Jangan buat suasana canggung ini!! Kau harus tanggung jawab! Ucap Aji dalam hati Aji memalingkan wajahnya dari Rindu. "Ah maafkan perkataanku. Kau bisa lupakan itu." Ujar Aji memulai pembicaraan dalam kecanggungan yang mereka rasakan.

