Demi Mama

1767 Words

Angin berembus kencang. Meniup rambut Tari hingga bertebaran begitu anggunnya. Wanita itu terkejut atas yang Rigi ucapkan. Kalimatnya yang ia susun di kepala mendadak lenyap entah ke mana. Pemandangan sore hari di depannya tak lagi indah seperti sebelumnya. Jauh di lubuk hati terdalam, Tari tak dapat memberi jawaban yang pasti mengenai topik sensitif seperti ini. Untuk sesaat, Tari menahan napas. Ia tak sanggup berkata-kata dan memilih membungkam mulutnya. Ucapan Rigi yang seperti memberi sebuah kode keras nan jelas, membuat seketika gelagapan untuk mengusulkan jawaban. Sepasang kelereng milik Tari yang indah, menatap Rigi dengan gelisah. Gadis itu berusaha menetralkan detak jantungnya yang berdetak tak karuan akibat ucapan Rigi barusan. Dengan susah payah, ia berusaha memasok oksigen da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD