Rigi terlihat gelagapan, maniknya pun bergerak gelisah. Lelaki itu berusaha menetralkan detak jantungnya yang tiba-tiba bertalu, layaknya beduk yang tengah dipukul kencang. Rigi membuang muka ke arah lain, agar air wajahnya yang mendadak kikuk tak dapat tertebak sosok Mayang. Sedang Mayang yang paham, langsung dapat memergoki. Menatap ke arah anaknya dengan tatapan gemas sendiri. Sudah malu-malu kucing, tetapi baginya itu seperti pertanda yang bertolak belakang. Artinya, mau, 'kan? "Hayo, kenapa berpaling dari Mama? Benar, 'kan, yang Mama bilang, kalau kamu sudah mulai ada rasa dengan Tari?" tuding Mayang seenak hati. Wanita itu dengan bangga bisa memergoki sikap salah tingkah sang anak dari dekat. Meski kerapkali ia mendapati sikap Rigi yang sama. Namun, baginya ini termasuk hal yang te

