Akhirnya Tari membuang jauh-jauh rasa malas sekaligus magernya dari posisi rebahan, segera bangkit dari tempat tidur. Wanita itu membawa kakinya dengan langkah sedikit terpaksa, memutuskan untuk menghampiri pintu kamar. Dan, segera menemui Rigi yang tengah menunggu di luar. Mengingat perkataan pria itu bahwa tidak akan pergi, sebelum Tari mau menemui. Diraihnya gagang pintu kamar tersebut, kemudian segera Tari buka papan kayu pembatas tersebut. Usai pintu terbuka lebar, tubuh tegap sosok Rigi tertangkap kedua mata Tari. Laki-laki berpostur tinggi nan kekar itu tengah berdiri mematung di ambang pintu. Terlihat menunggu ia untuk keluar dari kandang. Tari pun segera menggamit tangan pria itu paksa, menyeret Rigi masuk ke kamar tanpa mengucap sepatah kata apapun, kemudian dengan cepat me

