Dua Puluh

1455 Words

Di salah satu franchise kopi yang berasal dari Amerika, mereka berempat menempati salah satu meja di lantai dua. Tempat ini merupakan satu-satunya kafe terdekat dari SMKN 1998. Felisia yakin, uang jajan siswa di SMKN 1998 pasti awet, karena jarangnya berkumpul di kafe-kafe saat mengerjakan tugas, sakingnya tidak ada kafe ramah kantong. Mengeluarkan kocek sekitar lima puluh ribu hanya untuk segelas minuman jelas bukan opsi yang akan dipilih siswa SMA yang jajannya tak lebih dari dua puluh ribu. Kecuali Garin, tentunya. Seperti kata Felisia, cowok itu kan turunan sultan, duitnya gak abis-abis. Felisia harusnya tau, Garin memang tidak tau diri. Jelas-jelas cowok itu yang memiliki kepentingan, tapi Garin malah bersikap tidak ramah pada Azrial. Maksudnya, ia hanya sekedar duduk di sebelah Fe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD