Tiga Belas

2627 Words

Gue di tempat yang tadi pagi, belakang sekolah lo. Kalo lo gamau kesini, gue jemput di gerbang depan. Felisia melotot saat membaca pesan masuk di ponselnya. Kenzi masih belum menyerah, Felisia pikir ia akan aman jika berada di dekat Garin, namun perkiraannya salah, Kenzi lebih nekat dari dugaannya. Kenzi tidak peduli kandang musuh, Kenzi juga memahami kelemahan Felisia dengan baik, jika Kenzi menjemputnya di gerbang depan, sudah pasti akan terjadi keributan, dan Felisia akan jadi tersangka utama sebagai pengkhianat bangsa. "Em, Garin." "Apaan?" Garin yang berjalan disampingnya menyaut tanpa menoleh. "Lo pulang duluan ajadeh, gue ada janji sama Anggita Azura."  "Anggita sama Azura bukannya udah pulang duluan. Lo janjian dimana? Gue anter." Mampus. Ucapan Garin yang akan mengantar Fe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD