Epilog

1492 Words

Senin pagi, ada yang berbeda dari Garin. Jika hari-hari lain di pagi hari wajah Garin sudah kusut, persis seperti baju seragamnya, maka pagi ini Garin tampak tersenyum cerah. Rambutnya juga baru saja dicukur, membuatnya lebih terlihat rapi. Bajunya tidak dikeluarkan, bahkan Garin memakai dasi dan gesper dengan lengkap. Sejak pagi cowok itu menjemput Felisia, ia sudah merinding. Alih-alih menjawab, Garin hanya sesekali bersenandung, seolah memperjelas suasana hatinya yang sedang bersuka cita. "Gar, beneran deh. Ngaku sama gue. Kemaren lo maen ke mana? Pasti lo kesambet kan?" tembak Felisia yang semakin takut dengan kondisi Garin. "Sialan!" desis Garin. Lalu, cowok itu tersenyum. "Kemaren gue ke Dufan sama Ayla, terus gue nginep di rumahnya." "Beneran?" tanya Felisia memastikan. Matanya

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD