Sesampainya di mall, Dara menyeret Aydan ke toko pakaian ibu hamil dan anak-anak. Di sana pria itu berdiri diam dengan kedua tangan menengadah, menerima semua barang yang dilemparkan oleh Dara ke arahnya. Raut wajah pasrah terlihat jelas pada CEO muda itu. Belum puas dengan satu toko, Dara menarik Aydan ke dalam toko lainnya. Di sana Aydan juga bernasib sama. Hanya menjadi pelayan untuk sang istri. Namun dia rela melakukannya karena ini demi sang istri. Walaupun sebenarnya Aydan agak merasa aneh dengan Dara yang bertingkah seperti ini. Karena biasanya Dara adalah wanita yang masuk akal yang tidak akan melakukan hal yang sia-sia seperti sekarang. Dara yang Aydan kenal bukanlah orang yang suka menghamburkan uang. Jadi ini membuat Aydan bertanya-tanya. "Sayang, kenapa membeli sebanyak ini?

