Tamu Tak Diundang

1038 Words
Derren mengerjap lalu membuka mata dengan perlahan saat mendengar suara adzan subuh yang berkumandang dengan merdu dan syahdu pagi hari ini. Derren mengulas senyuman manis nan hangat saat melihat sang istri yang tampak memejamkan mata sembari mendekap tubuhnya dengan erat saat ini. Ya. Wanita cantik yang masih tampak tidur dengan lelap itu tidur dengan sangat nyaman di lengan sang suami yang dijadikan bang oleh dirinya. Diandra juga mendekap pinggang laki-laki tampan itu dengan erat dan nyaman sehingga membuat Derren merasa bahagia dengan semua yang sedang dilakukan oleh sang istrinya itu. “Kamu itu cantik sayang. Aku merasa bersyukur dan beruntung memiliki istri kamu. Aku kagum sama kamu yang tetap mempertahankan calon buah hati kita yang sedang ada di dalam kandungan kamu saat ini. Walaupun kamu tidak tahu aku mah bertanggung jawab apa tidak dulu. Tapi kamu tetap mempertahankan calon anak kita. Sikap kamu itu sangat dewasa sayang. Pemikiran kamu juga dewasa sekali. Apa yang kamu katakan semuanya benar. Anak itu tidak memiliki kesalahan apa pun itu. Kita yang salah. Jadi anak itu berhak untuk hidup di dunia ini. Kita tidak memiliki hak untuk melarang anak itu hidup di dunia ini. Kita juga tidak boleh melenyapkan anak itu. Dosa besar. Kasihan anak itu. Kamu benar-benar wanita yang sangat luar biasa sayang. Terima kasih untuk semua perjuangan dan pengorbanan kamu demi calon buah hati kita. Kamu bahkan sempat mengorbankan masa depan demi calon buah hati kita agar tetap hidup. Mas janji akan selalu mencintai, menyayangi dan menjaga kamu juga anak-anak kita nanti. Mas tidak akan pernah membiarkan kamu sendiri dalam menghadapi masalah apa pun itu sayang. Kamu dan anak-anak kita itu kebahagiaan mas,” ucap Derren denvan nada lirih sembari menatap lembut ke arah wanita cantik yang masih tampan memejamkan mata denvan lelap di hadapan dirinya. Tatapan lembut da penuh rasa sayang diberikan oleh Derren ke arah istrinya yang masih mendekap tubuh laki-laki itu dengan hangat saat ini. Derren mengulas senyuman manis penuh rasa bahagia melihat semua hal itu. Ya. Laki-laki tampan itu selalu merasa bahagia setiap melihat sang istri dalam keadaan tidur nyenyak seperti ini. Derren dapat melihat wajah cantik alami sang istri yang putih dan bersih tanpa noda sedikit pun di sana. Pemandangan yang sangat indah dan menyejukan mata Derren setiap pagi hari sejak mereka berdua memutuskan untuk berdamai beberapa waktu yang lalu. Diandra mengusak mata denvan perlahan saat merasa silau karena cahaya lampu kamar yang mengenai indera penglihatannya saat ini. Diandra tercengang saat melihat posisi dirinya yang sedang mendekap tubuh kelar dan atletis milik suaminya itu. Perasaan terkejut Diandra semakin bertambah saat melihat laki-laki tampan yang telah menjadi suaminya itu sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan yang berbeda dari biasanya. “Apa mas sudah lama bangun? Kenapa mas melihat Diandra seperti itu? Apa ada yang aneh dan salah dengan Diandra?” tanya Diandra dengan bertubi-tubi dan penuh rasa bingung. Senyuman manis nan hangat terukir di wajah laki-laki tampan itu sebelum menjawab apa yang diucapkan oleh sang istrinya. Tanpa merasa segan dan malu, Derren mengecup kening wanita cantik itu dengan dalam dan penuh rasa sayang. Ya. Derren yang merasa gemas melihat tingkah laku dan ekspresi wajah sang istri tidak meminta ijin terlebih dahulu kepada wanita cantik yang sedang berbadan dua itu sebelum memberikan kecupan hangatnya pagi hari ini. Derren tidak memikirkan apa pun itu saat melakukan kecupan dadakan kepada istrinya beberapa saat yang lalu. Diandra terkesiap saat mendapatkan kecupan dadakan dan hangat dari laki-laki yang telah menjadi suaminya itu. Entah kenapa Diandra tidak merasa kesal dan marah dengan apa yang telah dilakukan oleh sang suaminya pagi hari ini. Diandra hanya merasa malu kepada laki-laki tampan itu. Namun bukan Diandra jika wanita cantik itu tidak dapat menyembunyikan semua yang sedang dirasakan oleh dirinya di hadapan sang suaminya itu. “Mas bangun sejak kapan? Kenapa mas tidak membangunkan Diandra? Diandra tidak mau ketinggalan sholat Subuh mas,” ucap Diandra sembari mengulangi pertanyaan yang belum dijawab oleh suaminya. “Mas juga baru bangun sayang. Ayo.. Kita sholat subuh berjamaah sayang,” balas Derren. Diandra menganggukan kepala menanggapi apa yang diucapkan oleh sang suaminya itu. Diandra menyibak selimut yang masih menutupi tubuhnya saat ini. “Iya mas. Ayo.. Mas,” tukas Diandra. Diandra dan Derren beranjak dari tempat tidur lalu melangkahkan kaki menuju ke arah kamar mandi yang berada di dalam kamar mereka berdua untuk mengambil air wudhu pagi hari ini. *** “Apa jadwal aku hari ini?” tanya Derren kepada sahabat baik sekaligus asisten pribadinya yang bernama Rangga. “Kamu tidak memiliki jadwal terlalu penting hari ini. Kamu hanya memiliki satu jadwal meeting dengan klien setelah makan siang nanti,” jawab Rangga sembari menatap ke arah macbook yang sedang berada di tangannya. Derren menganggukan kepala yang menandakan jika dirinya mengerti dengan maksud ucapan Rangga yang sedang duduk di hadapan dirinya saat ini. “Apa kamu sudah mempersiapkan materi meeting hari ini?” tanya Derren lagi. “Kamu tenang saja dan tidak usah merasa khawatir denvan materi meeting nanti. Aku tidak mungkin membuat kamu merasa kecewa dengan kinerja aku. Jadi aku sudah mempersiapkan materi meeting yang terbaik untuk kamu hari ini. Kamu tinggal mempelajari materi meeting itu saja nanti,” jawab Rangga dengan nada dan sikap santainya. “Kamu itu memang selalu bisa diandalkan selama ini. Aku akan mempelajari materi meeting ini. Kamu bisa kembali ke ruang kerja kamu saat ini,” sambung Derren. “Ok,” tukas Rangga dengan ada singkat. Rangga beranjak dari tempat duduknya lalu melangkahkan kaki menuju ke arah pintu ruangan sahabat baik sekaligus atasannya itu setelah memberikan matari meeting yang diperlukan oleh Derren hari ini. Derren fokus menatao ke arah berkas yang telah diberikan oleh Rangga setelah memastikan jika laki-laki yang telah dikenal sejak sekolah menengah pertama itu pergi meninggalkan ruangannya saat ini. Tak lama kemudian, Derren tercengang saat mendengar suara knop pintu ruangannya itu yang dibuka dengan cukup keras dari arah luar. Derren yang merasa penasaran bdengan sosok yang sedang berada di balik semua hal itu lantas mengalihkan perhatian ke arah sumber shara di mana tampan sosok wanita yang tidak asing bagi dirinya. Derren mendengus kesal dengan pemandangan yang sedang berada dj hadapan dirinya saat ini. Ya. Derren tabu jika sosok wanita itu datang pasti urusan dirinya akan panjang dan rumit nanti. Derren sangat tidak menyukai semua hal itu selama ini. "Apa kabar sayang?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD