57 : young blood

1146 Words

Sepeninggal mama Jane, Ryan langdung menarik kursi yang ia duduki untuk lebih dekat dengan ranjang kekasihnya. Tangannya masih menggenggam tangan Jane sedari tadi, sama sekali tidak ia lepaskan. Barulah kemudian Jane sadar kalau wajah Ryan sangat terlihat cemas dan khwatir. Bibirnya bahkan pucat, hampir sepucat Jane sendiri. “Yan...” Jane dari tadi sama sekali gak nyadar kalau pacarnya bisa sepanik ini. Mungkin karena tadi ada mama Jane, jadi Ryan tidak terlalu menampakkannya. Tapi lihat sekarang. laki-laki itu mengecupi punggung tangannya dengan wajah gusar. “Takut banget pas dapat kabar kamu kecelakaan.” Jane menggeser duduknya. “Come here. Sini.” pintanya. Ryan tak perlu diminta dua kali untuk menurut. Dia duduk di tepi ranjang sempit rumah sakit, kemudian lehernya dipeluk, memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD