“I love you.” Ryan mengangguk. “I know that.” “Aku bilang ke kamu kalau aku nolak lamaran kamu, bukan karena aku gak cinta sama kamu.” Ryan lagi-lagi mengangguk. Dia tahu itu. Dia tahu Jane mencintainya. “Aku cinta, tapi bukan berarti aku siap menikah, Yan. Aku mikir banyak banget. Tentang aku yang ngerasa belum layak buat bersanding jadi pasangan kamu, apa lagi istri kamu. Tentang aku yang masih gini-gini aja. Yang paling bikin aku bilang bahwa aku cancel nerima kamu, itu karena...” Jane menghela nafas, menatap Ryan dengan merasa bersalah. “Kamu tahu aku gak bisa kalau nikah sekarang. Aku belum siap. Aku punya cita-cita, masih pengen ini pengen itu. Aku bahkan belum lulus S2. Aku masih pengen kerja, pengen independent.” “Babe...” “Wait,” Jane mengangkat tangannya. Meminta Ryan agar

