Bab 14 "Ya sudah, Tuan. Aku permisi mau melihat Ibu dulu," pamitku kemudian. "Iya, Mbak Naira silahkan," ujar Mas Romi. Mas Romi pun mempersilakan aku, supaya aku masuk ke kamar ibunya. Setelah berpamitan, aku pun segera masuk ke kamar Bu Rahma. Aku sengaja tidak berlama-lama dekat dengan Mas Romi, sebab aku takut kalau nanti aku asal bicara. Kemudian penyamaranku akan terbongkar. Jadi sia-sialah semuanya. Aku segera masuk ke kamar Bu Rahma, kemudian menutup pintu kamarnya dengan Rapat. Aku segera menghampiri Ibu mertua, yang ternyata sudah terbangun. Entah sudah lama terbangun, atau baru karena terganggu oleh kedatanganku. "Bu, maafkan aku ya. Apa aku mengganggu tidurmu?" tanyaku. "Ng-gak, kok, A-mira. Ibu su-dah ba-ngun dari tadi," sahut Bu Rahma tebata. Bu Rahma menjawab perta

