Seorang perempuan sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Dia memakai seragam lengkap dengan dasi yang sudah dikenakannya dengan rapi. Dia segera menuju halaman rumah untuk menghampiri abangnya yang sudah menunggu dirinya.
"Yuk bang!" Ajak seorang perempuan yang memiliki nama Bianca Carolline Arliando
"Lo kenapa sih selalu manggil gue dengan sebutan abang? Sementara teman-teman gue lo panggil kakak" tanya seorang laki-laki yang ternyata abang Bianca yang bernama Vero Putra Arliando
"Lo kan spesial" jawab Bianca
"Mama sama papa ke mana? Dari tadi malam gak kelihatan" tanya Vero
"Pergi ke luar kota" jawab Bianca
"Cepetan! Ntar telat" sambung Bianca
Bianca segera naik ke motor besar milik Vero dan segera berangkat dari sana.
******
"Widihh princess Bianca datang nih" ujar Levina, sahabat Bianca.
"Pagi-pagi muka lo udah kusut aja. Lupa disetrika ya?" Tanya Bella, sahabat Bianca juga.
"Diam lo! Lagi gak mood gue" jawab Bianca
"Lah kenapa sih? Masih pagi udah galak aja. Kesambet setan?" Tanya Levina
"Ih bukan" jawab Bianca
"Lah terus kenapa? Cerita kek lo" ucap Bella
"Gue biasa lihat kak Ardhan dari gerbang cowok. Tapi tadi gue gak lihat dia lagi" jelas Bianca
"Yaudah sih. Ntar juga ketemu di kantin" ucap Bella santai
"Lagian muka lo kusut cuma karna itu aja?" ujar Levina
"Apa? Aja lo bilang? Gue tuh kangen tahu gak sih, gue kangen sama wajahnya kak Ardhan yang sempurna nan indah. Gue ju-"
"Lebay lu" sela Levina memotong ucapan Bianca
"Lo gak tahu ya Bi? Kak Ardhan udah sering banget telat masuk sekolah" ujar Sella, sahabat Bianca juga
"Lo tahu dari mana? Jangan asal ngomong!" Ucap Bianca
"Tahulah. Dia tuh udah berapa kali masuk BK karna telat dan berantam sama anak kelas 12" jelas Sella
Bianca hanya ber-oh.
Kring!!
"Eh udah bell tuh. Ke lapangan yuk!" Ajak Bella
Bianca, Levina dan Sella hanya mengangguk.
*****
"Mati gue! Telat lagi!" Umpat Ardhan
"Ketahuan buk beti bisa mampus gue" ujar Ardhan
Dia masuk ke sekolah melalui gerbang belakang dekat kantin yang gak dikunci.
"Terlambat lagi mas Ardhan?" Tanya Bi Imah, pemilik kantin ujung langganan Ardhan dan kawan kawannya
"Hehe iya bi" jawab Ardhan
"Cepat! Ntar ketahuan sama guru yang galak itu loh" ucap Bi Imah
Ardhan mengangguk.
Dia segera berlari pelan menuju kelasnya. Tapi keberuntungan tidak menuju kepadanya. Buk Beti menghampiri Ardhan yang bersembunyi di balik dinding.
"Kamu lagi Ardhan?" Tanya Buk Beti
Ardhan menoleh dan menemukan buk Beti yang sedang menatapnya tajam.
5 detik kemudian Ardhan tersenyum lalu mengangguk.
"Ini yang ke berapa kalinya kamu telat?" Tanya Buk Beti tegas
"Gak tahu buk. Gak saya hitung" jawab Ardhan
"Sekarang ikuti ibuk!" Ucap Buk Beti
"Ke lapangan kan buk? Saya mau ikut upacara nih" ucap Ardhan
"ENAK AJA KAMU! IKUT IBUK KE BK!!" ucap Buk Beti
"Ya ampun bu. Jangan dong! Ibuk makin cantik loh kalau bebasin saya kali ini" rayu Ardhan
"Diam kamu! Ikut ibuk SE KA RANG!!" Ucap Buk Beti
Ardhan mengangguk pasrah dan mengikuti buk Beti ke BK.
*****
"Eh- kalian lihat kak Ardhan gak sih?" Tanya Bianca
"Paling telat lagi" ucap Sella
"Eh lihat deh kak Dira! Makin cantik aja dia" ujar Bella
"k*****t lo Bel! Supaya apa lo ngomong gitu?" Tanya Bianca
"Yaelah Bi, gue kan cuman muji orang. Salah ya?" Tanya Bella
"Gak salah sih. Tapi dia saingan gue, jadi jangan gitu dong Bel. Kak Ardhan kan suka sama sama dia" ujar Bianca
"Pantas aja sih kak Ardhan suka sama dia. Kak Dira itu baik,pintar, cantik, populer lagi. Lah elu? Cantik? Lumayan. Baik? Iya sih baik. Pintar? Lo kayaknya mesti harus banyak belajar. Populer? Kayaknya enggak deh. Palingan yang kenal sama lo anak kelas 10 itupun gak semua terus sama mantan mantan abang lo tuh" Jelas Levina
"Anjirr! Lo sekali ngomong nyakitin banget" umpat Bianca
"Tuh guru ceramah atau apa sih? Lama banget. Malah panas lagi" ujar Levina
"Tahu tuh. Kalau ada yang dengar masih mending. Lo lihat tuh yang lain! Pada ribut semua" ucap Bella
"Diam deh kalian! Ini lagi upacara" ujar Sella
"Sok amat lo Sella" ucap Bella
"Iya dong. Gue mah anak baik" ujar Sella
"Iyain biar cepat" ujar Bianca
Setelah itu mereka hanya diam.
Di sisi lain. Teman teman Ardhan mengikuti upacara walaupun dengan setengah hati.
"Eh Ardhan mana? Telat lagi?" Tanya Vero
Ya. Vero yang sebagai abang dari Bianca malah lebih populer. Dia bersahabat dengan Ardhan, Dimas dan Rizki.
"Palingan iya" jawab Dimas
"Gue boleh nebak gak sih?" Tanya Rizky yang biasa dipanggil Iki.
"Nebak apa?" Tanya Dimas
"Gue tebak Ardhan sekarang lagi di BK" jawab Rizky
"Mampus dia sama buk Beti" ucap Vero
"Lagian dia telat terus" ujar Rizky
"Begadang mulu kerjanya" ujar Dimas
Rizky dan Dimas hanya membalas dengan tertawa pelan.
*******
Buk Beti terus mengelilingi Ardhan dengan tangan terlipat di d**a.
"Ibuk gak capek apa kelilingi saya kayak begitu?" Tanya Ardhan
Mendengar itu buk Beti duduk di kursinya.
"Nah gitu kan enak" ujar Ardhan
"Justru ibuk yang harus nanya sama kamu" ucap Buk Beti
"Nanya apa buk? Kok saya jadi deg degan gini yaa" Tanya Ardhan
"Kamu gak capek apa masuk BK terus? Kamu gak bosan lihat wajah ibuk?"
"Ibuk cantik sih makanya saya gak bosan" ucap Ardhan
"Halah, Gak usah sok muji-muji ibuk kamu ya! Kamu tuh udah suka telat sekarang, sering ribut sama kelas 12, kadang juga kamu bolos. Untung kamu pintar, kalau enggak? Udah tinggal kelas kamu" ucap buk Beti
"Yah buk, saya gini karna saya baik loh buk" sambung Ardhan
"Baik dari mana?" Tanya Buk Beti
"Kalau murid nakal kayak saya gini gak ada di sekolah. Ntar tugas ibuk sebagai guru BK apa? Gak ada dong" ucap Ardhan
"ARDHAN! KAMU TUH GAK PUNYA SOPAN SANTUN?!"
"Saya kan cuman ngomong buk" ucap Ardhan sambil melihat kearah lapangan upacara.
"Yahh.. Ibuk sih kelamaan ngomongnya. Udah bubarkan upacaranya"
"KAMU YA! LARI 20 KALI KELILING LAPANGAN!!"
"Jangan dong buk. Kasihani saya"
"SEKARANG!!"
Ardhan melangkahkan kakinya dengan paksa.
********
Sementara itu, di kelas Bianca sedang melangsungkan pelajaran.
"Eh itu bukannya kak Ardhan ya Bi?" Tanya Bella
"Mana?"
"Itu yang lagi lari" ucap Bella sambil menunjuk kearah Ardhan dengan jari telunjuknya.
"Iya. Itu kak Ardhan" jawab Bianca
"Pasti dihukum karna telat" ujar Levina
"Berapa kali tuh? 15? 20?" Tanya Sella
"Eh bentar ya" ucap Bianca sambil melangkahkan kakinya mengarah ke meja guru.
"Buk saya permisi ya?" Tanya Bianca
"Mau ke mana kamu?" Tanya buk Yati
"Ke toilet buk" jawab Bianca
"Yaudah sana! Jangan lama-lama ya" ucap Buk Yati
Bianca mengangguk.
Melihat Bianca keluar kelas teman temannya hanya melihat dengan pandangan malas.
"Palingan mau modus" ujar Sella
"Kasihan ya dia. Sedih gue" ujar Levina
"Andai kak Ardhan nembak kak Dira, gimana jadinya dia" ucap Bella
"Jangan dong. Kasihan tahu Bianca" ujar Sella
“Ya kan andainya gue bilang” ucap Bella
Sella dan Levina hanya mengangguk anggukkan kepalanya.