Selina Perawan Eksklusif

1017 Words

Ponsel Zeva kembali berdering dan bergetar. Ia bangkit lalu meraih ponselnya. Selina yang tadinya terbaring pun kini sudah duduk di tepi ranjang. "Halo Nora," Selina menaikkan sebelah alisnya "Sekretarisnya," batin Selina. "Ya, saya memang sudah di apartemen," "Baiklah, saya akan bergegas, kamu juga siap-siap," Zeva memutuskan sambungan teleponnya. Ia menghela nafasnya kasar dan Selina dapat melihat hal itu. "Mau pergi lagi? kau kan baru kembali dari luar negeri, memangnya kau tidak bisa menunda bertemu dengan Sekretaris mu itu," sindir Selina. "Untuk apa aku bertemu Sekretarisku?" tanya Zeva bingung. "Tadi aku dengar kau menyuruh Sekretaris mu untuk bersiap-siap, memangnya tidak ada waktu lain apa, istirahat dulu lah kan baru pulang juga, apa gak capek!" lanjut Selina men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD