Bab 172. Hangat Bersamamu

1098 Words

Fira menarik napasnya dalam-dalam sebelum menceritakan tentang pertemuan dirinya dan mamanya. “Dia tidak berubah, dan aku … tidak berdaya untuk membuatnya lebih baik. Kejahatan sudah mendarah daging. Tapi aku tetap berharap yang terbaik untuknya.” Edwin mengusap-usap pundak dan punggung Fira lembut, lalu mendekapnya. Liam tiba-tiba merengek, tangannya menunjuk-nunjuk d**a Fira. “Haus, Sayang?” tanya Fira dengan tatapan lembutnya ke Liam, menurunkan kancing depan di d**a dan mengeluarkan salah satu buah dadanya. Liam tampak tidak sabar saat matanya tertuju ke d**a mamanya, tangannya menarik-narik baju Fira, dan Fira dengan telaten menyusukannya. “Duh, sabar dong, Sayang,” ujar Edwin, tersenyum hangat melihat tingkah Liam yang tidak sabaran. Dia menarik tangan Liam yang memegang kuat ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD