Chapter 116

1126 Words

Mami Rebecca yang mendengar ucapan anak nya itu dengan segera memegang tangan sang anak mencoba menenang kan karena wanita paruh baya itu tau kalau sang anak sudah mulai terpancing emosi nya .  “ hust ... kamu ngomong apa sih nak .. ! Nggak usah denger ucapan abian tadi mungkin dia sedang banyak pikiran “ Ucap mami Rebecca yang merasa tidak enak dengan ucapan abian tadi . Wanita paruh baya itu tidak mau kalau sampai keluarga abian merasa tersinggung dengan ucapan anak nya tadi .  “ nggak apa - apa Jeng .. kamu bisa mengerti perasaan abian sebagai kakak . Kakak mana yang tega melihat adik nya di sakiti oleh orang lain “ Ucap mama Dylan seraya tersenyum tipis .  “ Maafin anak ku Dean , saya benar - benar tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi lagi . Aku harap persahabatan kita tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD