"Lo ngapain sih Gaar pake acara ngajak gue ketemuan?" gerutu Magdalena dengan wajah kesal yang tak ia tutupi. Gaara menatap sekilas sebelum akhirnya melempar tatapannya pada cangkir yang berisi kopi panas di hadapannya. "Gue rasa lo udah tau jawabannya." "Maksud lo?" tanya Magdalena mengernyit bingung. "Cylvi," jawab Gaara dengan singkat. Magdalena mengerjap bingung. "Cylvi?" beonya. “Maksud lo?” Gaara menatap tajam ke arah Magdalena, ia sedang tak ingin banyak bicara dan cewek yang duduk di depannya tersebut dengan sengaja bertingkah pura-pura bodoh . "Oke. Gue rasa lo lagi kumat, Gaar," sindir Magdalena ringan. "Hm," gumam Gaara cuek. Magdalena berdehem lalu memainkan sendok kuenya. "Darimana lo tau gue ada urusannya sama Cylvi?" "Kita bisa bahas itu lain kali,” tukas Gaara meny

