2

859 Words
Kring Kring Kring Bel tanda istirahat pertama berbunyi dengan nyaring, suasana kelas jadi ribut sejak guru keluar kelas. "Kana, udah ngerjain PR matematika? "Udah dong" "Kasih kunci jawaban ya, soalnya ada yang belom di isi" "Ntar gue traktir di kantin deh" lanjut angkasa "Yeyyy, bebas pilih kan? "Haha iyah iyah" "Nada udah?" Tanya Kana pada Nada yang duduk disebelahnya, Angkasa duduk di kursi pinggir Kana dengan temannya Aksa. "Emang ada PR? Aaa!!! gue belom ngerjain" "Mampus lu haha" angkasa "Masih bisa dikerjain sekarang ko" kata Kana menenangkan Nada "Gue liat punya loh yah yah" "Ntar gue traktir nonton deh yah plisss" bujuk Nada agar Kana memberikan contekan "Hehe iyah" jawab Kana dengan tertawa karna lucu melihat tingkah Nada. Ditambah dengan tinggi Nada yang kecil membuatnya terlihat imut. "Mau liat sekarang?" "Bentar gue ke toilet dulu yah, mau rapihin penampilan gue dulu" "Mau gue anter?" Tanya Kana "Na na, gue ngga ngerti sama yang ini nih makanya belom di isi" tiba tiba Angkasa duduk di kursi depannya menghadap kana, menunjuk soal di buku tulisnya "Gue ketoilet sendiri aja" setelah mengatakan itu Nada langsung keluar kelas. ~~~ Setelah itu Kana langsung menjelaskan pada Angkasa caranya. "Mmm yang ini. Jadi X dan Y ini gini..." "Kaya gini..." "Trus gini..." "Ngerti ga?" Tanya Kana setelah dia menjelaskan caranya, dari tadi Angkasa diam saja entah fokus pada penjelasannya atau orang yang menjelaskannya. "Mmm kayanya gue ngerti deh" "Gini kan? Tanyanya setelah mencoba mengerjakan soal yang lain" "Iyah, bener!" Jawab Kana. Setelah itu Angkasa langsung fokus pada soal yang lain. 'Mmm wangi' ucap Kana dalam hati sambil menghirup wangi shampo dari rambut angkasa, posisi Angkasa sedang menunduk, fokus mengerjakan soalnya jadi tidak melihat Kana. 'Astaga Kana kamu ini kenapa?' Sambil menepuk pipinya yang terasa hangat dengan kedua tangannya "Eh? liat liat gue bisa ngerjain nya. Bener kan?" kata Angkasa sekarang posisinya sejajar dengan Kana "Kayanya penjelasan lo lebih mudah daripada pak guru" "Entar gue bakal nanya lagi kalo ga ngerti" lanjutnya dengan senyum yang membuat kedua matanya menyipit membuatnya terlihat lebih tampan otomatis Kana juga langsung tersenyum manis. "Boleh boleh. Asal jangan lupa traktirannya hehe" jawab Kana dengan tawanya "Wah wah bangkrut gue" "Hahaha" mereka berdua tertawa ~~~ "Eh eh liat tuh" "Mereka berdua serasi kan" "Kayanya bakal jadi pasangan pertama di kelas kita deh" Beberapa teman kelasnya berbisik-bisik melihat kedekatan Angkasa dan Kana, karna mereka terlihat cocok sebagai pasangan. "Waktu Angkasa pindah ke sini kan kelas satu semester dua, pas itu anak-anak kelas lain sampe kumpul di kelas kita kan" "Kana juga udah terkenal dari pertama masuk sekolah" "Sekarang mereka makin deket" "Keliatan serasi banget" Di depan pintu kelas, Nada berdiri, melihat Angkasa dan Kana yang tertawa berdua dengan ekspresi yang sulit di jelaskan. Nada berjalan cepat ke meja Kana membiarkan bisikan bisikan itu melewati pendengarannya. "Kana! Kantin yu" ajak Nada yang dibalas anggukan kepala oleh Kana "Heii marmut" ledek Angkasa "Ko marmut? Lu mau gue tonjok?" Tanya Nada dengan kepalan tangan diudara, kesal karna Angkasa selalu mengejeknya sama seperti kakanya saja. Membuatnya kesal. "Loh kenapa? Lo kan mirip marmut. Kecil+berisik sama kaya marmut" "Ga nyambung!" Nada langsung mengajak Kana pergi "Jangan sering marah-marah cepet tua lo" teriak Angkasa dibalas Nada dengan acungan jari tengah. ~~~ "Hahaha hmpp hmpp" Kana berusaha menahan tawanya, dia merasa lucu dengan tingkah Angkasa dan Nada yang tidak pernah akur. Emang lucu?" Jawab Nada sedikit kesal, Kana masih menahan tertawa "Btw lo suka sama .... angkasa?" Nada mengecilkan suaranya ketika menyebut kata terakhir. "Diem lo Candra, bos lagi fokus by one nih, jan sampe kalah" "Iyah lu juga diem bacot mulu" katanya menjawab Naufal "Gue ga fokus nih, lu bedua diem!" Kesal Ganendra karna kedua temannya ini malah adu mulut, dia sedang by one mempertaruhkan skin. Jangan sampe kalah. Apa? Ga kedengeran Nad. Suka apa tadi? Tanya Kana memang dia tidak mendengarnya karna didepan kelas sedang ramai. "Engga-engga" "Bau bau nya sih lo bakal menang bos" sahut Naufal melihat permainan nya yang sepertinya akan dimenangkan Ganendra di ponselnya. DUKKK "Maaf maaf" kata Kana langsung meminta maaf sepertinya dia tidak sengaja nyenggol lengan orang yang membelakanginya. "Mati" Ganendra dengan ekspresi datar "AAA TIDAKKK! SKIN LEGEND KU" teriak Naufal karna permainannya kalah jadi dia harus memberi lawannya skin legend. "Kamu gapapa? Tanya Kana tapi tidak ada yang menjawabnya. Kana memegang bahu orang yang ditabraknya orang itu membalikan badan. "Maaf tadi gue ga sengaja" "Iyah gapapa gue juga sa-" jawab Gane terpotong karna seseorang "Udahlah kana, ayo jalan. Itu bukan salah loh wajar kita ga ngeliat dia karna dia itu pendek" "Mereka aja sibuk ga jelas, ga ngedengerin lo" lanjutnya sambil menarik tangan Kana. Kana melotot pendengar perkataan Nada yang menurutnya kejam walaupun memang benar cowo itu lebih pendek darinya tapi dia lebih tinggi dari Nada. Harusnya Nada jangan berkata begitu. Cowo yang di maksud Nada hanya melihatnya dengan ekspresi datar, sepertinya dia tidak berniat membalas ucapan Nada dikir Kana. 'Gimana nih, dia pasti marah' dalem hati kana merasa tidak enak pada orang itu. "Maaf yah" Kana mengucap dengan gerakan bibir tanpa suara dia merasa tidak enak hati "Nada, lo gaboleh ngomong gituh" kana menegur nada karna ucapannya yang kasar. Baru beberapa langkah, Kana dikejutkan dengan suara Jangan lupa komen ya! Hehe
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD