xx

247 Words
Selama ini Pak de berdoa semoga Mega selalu dalam perlindungan Tuhan di dalam hati dia merasa takut jikalau ponakannya mendapatkan musibah karena ia tahu tidak semua orang kota itu baik, adik Rima sekarang iya sekolah kan di desa berharap juga mengikuti jejak sang kakak mendapatkan pendidikan yang layak walaupun Pakde harus menjual dua kali lipat usahanya namun ia bekerja keras untuk ponakan ponakannya dianggap anaknya sendiri selama ini dia belum mempunyai anak sebelum istrinya meninggal dan setelah Kakak serta kakak iparnya meninggal dia lah satu-satunya keluarga dimiliki oleh kedua anak tersebut . Di lain tempat Rima kini sudah memiliki teman wanita muda tersebut adalah wanita yang terkenal cantik di universitasnya, entah mengapa ada simpang-siur yang cukup tidak mengenakkan kepada teman barunya ini "Sebenarnya apa sih itu ayam kampus apa sejenis ayam atau sejenisnya makanan" tanya rima pada teman barunya tersebut Nina menekuk wajahnya ia tertunduk malu pada Rima nampak sekali dari wajah ayunya kini pipinya kemerah-merahan dalam hati dia malu mengatakan pada Rima namun pada akhirnya dia menceritakan apa maksud dari ayam kampus "Kamu sama sekali tidak tahu apa artinya ayam kampus? "Rima menggeleng mendapati pertanyaan dari Nina, dalam batin ia heran harusnya Nina cukup senang mendapati pria pria banyak yang menyukainya batin Rima keheranan "Asal kamu tahu rim, ayam kampus itu bukan pekerjaan yang baik dan dapat saya banggakan "Nina mengambil nafas dalam-dalam, "ya kurang lebih ih ih ayam kampus itu disebut sebagai w************n begitulah dan banyak orang yang mengenal aku mau memanfaatkan diriku "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD