“Waaah, apa kita beneran mau pergi piknik?” Aiyana baru saja keluar dari kamarnya dan melihat Mayang di dapur, ibunya, sedang sibuk menyiapkan bekal untuk mereka pergi berpiknik. Sebelum mereka pergi tidur semalam, mereka berencana untuk pergi piknik dan satu-satunya hal yang mereka setujui karena Abraham berdalih jika mereka berlibur ke taman bermain, dirinya tak lagi sanggup mengingat saat ini tubuhnya dalam masa pemulihan. Selain itu, Mayang juga ingin liburan mereka itu menjadi hal yang membuat mereka tidak terlalu lelah. “Kalau kita liburan capek, namanya bukan liburan.” Begitu kata Mayang, setelah itu akhirnya disepakati untuk pergi piknik di taman kota. Aiyana mengambil katsu yang sudah dipotong dan memakannya, melihat itu Mayang menampik tangan putrinya. “Satya belum bangun

