Suara gaduh di lantai bawah membuat Aiyana penasaran, dirinya baru saja selesai mandi dan berpakaian lalu mendengar suara-suara seperti seseorang sedang menata benda berbahan dasar besi, selain itu juga terdengar beberapa orang saling bicara dengan suara yang agak keras. Awalnya Aiyana ingin mengabaikannya dan meneruskan dandanannya. Namun, hatinya tidak tenang karena mendengar suara bor paku yang cukup kencang. “Ah … mungkin ruko sebelah,” ucapnya sembari mengoleskan lipstik tipis ke bibirnya, berusaha mengenyahkan pikiran negatifnya. Usai berdandan dan memastikan lagi jika penampilannya hari ini cukup baik, Aiyana pun keluar dari kamarnya. Mengambil sneaker putihnya kemudian melangkah turun ke butiknya untuk membuka butiknya sebelum dua pegawainya datang. “Eh!” Aiyana terkejut membuk

