15

1489 Words

Pagi Cessa hari itu diawali dengan hujan badai. Angin kencang dan kilat pun seperti sedang beradu kekuatan di langit. Cessa hanya bisa menyaksikan semua itu dari jendela besar apartmentnya dengan secangkir teh ditangannya. Sambil melihat apa yang terjadi diluar jendela apartmentnya, dalam hati ia mengutuk segalanya yang berkaitan dengan hujan. Segala hal buruk yang terjadi saat hujan, dan mengutuk seorang yang bernama Hujan. Ponsel Cessa berdering, nama Nayla tertera dilayarnya. Segera saja Cessa menerimanya karena ia tidak ingin melewatkan satu pekerjaan sekalipun. “Cessa disini.” Kata Cessa saat menjawab teleponnya. “Kantor libur hari ini,” kata Nayla di ujung telepon. “Tapi gue punya pekerjaan buat lo.” “Wawancara siapa? Kayaknya udah lama banget gue nggak bertemu dengan narasumber.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD