6

1371 Words

Kenzo kembali menghentikan permainannya. “Lo gila, Ken?” “Nggak.” “Lalu?” “Gue hanya mau berhenti.” “Kalau alasan lo adalah Cessa, gue nggak bisa bicara lagi deh. Semua terserah sama lo.” *** Pagi ini matahari malu menunjukkan cahayanya. Meski begitu, Cessa tetap bangun dan menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri. Tadinya ia berniat untuk ikut Benji pulang ke Los Angeles untuk beberapa minggu, namun hal itu tidak jadi dilakukan karena Cessa sudah mengambil izin cutinya untuk ke Paris beberapa waktu lalu. Lagipula, Ken sudah pulang dan ia punya janji untuk menemaninya mencari buku. Pintu apartment Cessa diketuk beberapa kali dari luar. Segera ia meninggalkan sarapannya dan membukakan pintu. “Hujan?” Hujan tersenyum saat melihat Cessa, “Selamat pagi.” “Selamat pagi. Masuk, Hujan. I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD