Part 31 Danang gelisah di dalam kamar tidur. Ia yang sudah berbaring menunggu sang istri datang seperti waktu-waktu sebelumnya –harus menelan rasa kecewa. Sejak sore tadi, Rasti bersikap sedikit pendiam. Meski dirinya berusaha mengajak ngobrol berkali-kali, wanita yang telah ia nikahi bertahun-tahun itu menjawabnya singkat. Pun dengan Nadine, si Sulung yang sangat dicintainya itu berkali-kali tertangkap basah tengah memandang dirinya dengan tatapan yang tidak biasa. “Kakak kangen sama Papa?” pancing Danang saat lepas Maghrib anaknya selesai sholat. Nadine menggeleng. Danang lalu mengajaknya ke teras, dengan alasan menunggu pedagang lewat. “Kakak marah sama Papa?” tanya Danang lagi saat keduanya duduk bersila di atas keramik. “Kakak hanya takut. Suatu hari nanti, kami harus diusir Eya

