Part 48

1293 Words

“Semua orang yang berada di sini tahu, siapa saya. Dan rumah ini milik siapa. Saya hanya membakar apa yang seharusnya tidak ada di rumah ini, dan apa juga yang seharusnya tidak kalian gunakan. Sepuluh tahun lebih saya telah menjadi wanita bodoh. Dan kali ini, saya akan merebut apa yang seharusnya menjadi milik saya,” teriak Rasti di hadapan semua orang. “Pak RT, kenapa diam?” Cokro menghampiri ketua RT yang berdiri di antara kerumunan warga. “Iya kayaknya belum dijual. Kami juga bingung, habis itu Rasti pergi gak kembali-kembali,” “Kalau dijual, pasti ada akta jual belinya dan disaksikan Pak RT,” “Tiba-tiba saja ada orang itu datang menghuni. Rastinya hilang ditelan bumi,” “Disita bank barangkali?” “Kalau disita bank, pasti ada garis-garisnya atau keterangannya. Biasanya ‘kan begitu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD