Dua orang suruhan Garen lari tunggang langgang di hajar oleh Kaliya. Garen hanya bisa tertegun melihat gadis itu, maksud hati ingin terlihat hebat di depan Kaliya malah dia terlihat seperti pecundang. "Kamu berlajar bela diri dari mana?" tanya Garen heran. "Emak gue jago bela diri." "Loh, bukannya kamu anak yatim piatu?" "Gue dibesarkan oleh sahabat Ibu. Dia mendidik gue supaya kuat dan gak bergantung dengan siapapun." "Hem," Garen mengangguk, dalam hatinya terselip kekaguman sekaligus resah. Kaliya ternyata bukan cewek yang bakal menjerit histeris saat dia bertemu penjahat. Pantas saja dia berani menipu para pria pencari kenikmatan sesaat. "BTW … kok lo ada di sini?" "Aku berantem lagi sama Hera," ujar Garen lesu. Kaliya memeriksa pintu. Lubangnya tersumbat bagian kunci y

