Air Mata Kaliya

1171 Words

"Kalau kamu tetap mengabaikanku, aku bakal nyium kamu di sini!" seru Garen tak memperdulikan orang lain yang berlalu-lalang di sekitar mereka. Kaliya berhenti tepat di depan sebuah restoran seafood. Garen menariknya masuk. "Setidaknya makan dulu sebelum memutuskan untuk pergi." Garen mengajaknya duduk di lantai dua. Berbicara di ruang terbuka nampaknya bagus juga. Pikiran akan lebih tenang menikmati hembusan angin. Seorang pelayan datang membawakan menu. "Selamat sore, mau pesan apa?" Garen menjawab santai. "Kopi seenak buatan calon istri saya ini." Pelayan lelaki itu tersenyum melihat raut masam Kaliya. Dia mengenal persis siapa Kaliya, hampir setiap hari gadis itu makan di sana. "Kak Kay pinter buat kopi?" Garen terkejut pemuda itu mengenal Kaliya. "Kalian saking kenal?" "K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD