BAB 68

1158 Words

Ghidan menelungkupkan tubuhnya di ranjang. Merasa malas jika harus pergi kemana-mana. Dia hanya ingin sendiri, mencoba menetralkan perasaan marah dan rindu yang berkecamuk menjadi satu. Saat matanya menangkap sosok Andin yang tersenyum ceria bersama sahabatnya, hati Ghidan mencelos. Apakah selama ini Andin merasakan bahagia sama seperti yang laki-laki itu berikan kepadanya? Apakah dia mampu membahagiakan wanita itu? Namun sialnya, semakin memikirkan Andin, Ghidan semakin merasa bodoh dan tidak berguna. Ghidan terlalu sibuk memikirkan Nindhy, tentang kedatangannya, tentang perasaannya tetapi lupa jika ada orang yang lebih berhak untuk mendapatkan perhatiannya yaitu istrinya. Ting.. tong.. Bunyi bel apartment menyadarkan Ghidan, dia mencoba mengingat apakah ada janji temu dengan seseoran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD