Pagi harinya, Andin melihat sisi ranjangnya yang tak lagi kosong. Entah jam berapa suaminya masuk ke dalam kamar, Andin tidak tahu karena dia sudah terlelap dalam tidurnya. Andin bukan tipikal wanita cengeng, dia akan mudah kembali seperti biasa walaupun hatinya sedang tidak baik-baik saja. Beruntungnya Andin, Ghidan menyusulnya untuk tidur di kamar, jika tidak? Entah alasan apa nanti yang ia akan berikan ke Mama Anggun. Sebagai menantu idaman, Andin bangun pagi dan hendak membantu di dapur. Setidaknya, itu yang Mama Suci pesan kepada Andin ketika berada di rumah mertua, jangan sampai bangun lebih siang dari Mama mertuanya. Ah, menjadi menantu memang tidak enak dimana-mana! Andin mencuci muka dan langsung melangkahkan kakinya ke arah dapur. Sialnya, Mama Anggun sudah berdiri di balik ki

