"Mona! Sedang apa kamu di sini." Novi tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu sambil melipat tangannya. Tatapan wanita itu terlihat begitu tajam saat melihat wajah Mona yang masih berdiri di dekat meja yang ada di ruang Gym. Sementara Bima masih terlihat terus melanjutkan aktivitasnya tanpa memperdulikan teriakan sang istri. Sambil berjalan ke arah Novi dengan wajah yang terlihat panik. "Maaf. Bu, sa-saya hanya mengantar minuman dingin untuk Pak Bima." "Cepat bawa minuman itu pergi dari sini! Karena suamiku tidak akan pernah meminum-minuman itu," perintah Novi sambil bergerak sedikit menepi dari pintu. Seolah sedang memberikan jalan untuk Mona keluar dari ruangan itu. Novi sesekali melirik ke arah suaminya yang masih terlihat cuek di depannya dan Mona. Dengan kesal wanita itu langsu

