"Hai, Mas." Juwita menyapa sang suami dari sambungan telepon. Dia sedang berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan Jevano dan dirinya. Dia meletakkan gawai di atas bar dalam dapur, agak jauh dari kompor. "Hai, Bae. Lagi ngapain?" "Masak, Jae. Kamu posisi di mana?" "Hotel Delta Surabaya. Maaf tadi malam aku enggak kabari kamu." Juwita tersenyum. "Kamu tahu, kemarin aku sendirian di rumah dan enggak dapat kabar sama sekali dari suami ataupun anak. Enggak tahu, ya, Jae, rasanya tuh kayak ... hmm, aku bukan yang terpenting gitu." Jamal menelan ludah. Ini gawat. Posisinya sedang gawat sekarang. "Maaf, Juwita. Kemarin ...." "Jadwal kamu pasti padat dan menemani klien dari luar negeri memang butuh banyak waktu. I know that, karena aku juga mempunyai klien dari luar negeri. Aku juga terbia

