Sambungan Terputus

2128 Words

Mata Jevano berair. Dia mendongakkan kepalanya untuk menahan air matanya. Dia tidak ingin menangis, tapi rasanya sesak sekali. Dia menahannya dari tadi saat vidcall di rumah kakeknya. Jamal mengelus anaknya dan berusaha memberikan ketenangan. Dia menunggu anaknya siap untuk berkata. "Tapi, kata Bunda, Bunda bakalan pulang Ahad malam paling cepet atau kalau enggak, ya, Senin. Bunda kenapa, sih, Yah?" Akhirnya pemuda yang suka stay cool itu melupakan kebiasaannya. Dia tidak tahan lagi. "Bunda banyak kerjaan, Jevano. Pikiran Bunda pasti penuh." Jamal memberikan pengertian yang paling bisa dipahami oleh Jevano. Pun tidak membuat pemuda itu semakin merasa buruk. "Tapi ...." Jevano mengusap wajahnya untuk menghapuskan air mata yang jatuh ke pipi. "Harus banget gitu enggak di rumah terus? Je

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD