" Lakukan lah yang terbaik dokter , asal istri saya selamat dan bersama kami kembali." yoseph menangis sejadi-jadinya, ada rasa bersalah di hatinya yang tak terjelaskan.
" Baiklah, tunggu di ruang tunggu ya pak, kami akan melalukan segala cara yang terbaik untuk menyelamatkan istri anda." lanjut dokter meninggalkan nya dan menelpon bagian departemen dokter bedah saraf.
" Selamat siang dokter, ini ada pasien wanita umur 28 tahun mengalami perdarahan intrakranial membutuhkan operasi segera. "
" Lakukan intubasi segera dan masukkan ke ruang operasi , saya akan segera menyusul. " jawab dokter bedah saraf.
Setelah dilakukan intubasi pada victoria, richard menyuruh perawat untuk mendorong pasien ke ruang operasi.
Sesampainya di kamar operasi. Dokter Gilbert spesialis bedah saraf segera memakian gown sarung tangan.Victoria telah dilakukan anestesi pembiusan total dan dipantau vital sign oleh dokter anestesi.
" Pasien perempuan berumur 28 tahun mengalami perdarahan intrakranial, telah dilakukan ct scan untuk melihat letak perdarahan dan sudah sebanyak apa perdarahan terjadi, telah dilakukan intubasi untuk mengamankan jalan napas, dan anastesi total, pasien akan dilakukan pembedahan pada bagian otak untuk mengeluarkan gumpalan darah." jelas perawat sebelum dilakukan tindakan pembedahan.
" Baiklah mari kita berdoa bersama sebelum dilakukan tindakan pembedahan pada beliau.Berdoa di mulai dengan keyakinan masing-masing. Ya Tuhan hari ini kami akan melakukan tindakan pembedahan pada pasien ini, tolong pinjamkan kami kekuatan Mu untuk menyelamatkan beliau." pimpin Gilbert.
" Aminnnnnnnn... " jawab seluruh tenaga kesehatan dalam ruangan tersebut secara serentak.
Di luar ruangan yoseph mondar mandir tak tenang, lalu dia duduk menelpon martha.
" Martha, datang la ke rumah sakit sekarang, Victoria tadi kecelakaan dan sekarang sedang berada di ruangan operasi. "
" hah? kenapa? kok bisa? ... Baiklah nanti biar sekalian bawa baju kalian bertiga. Yang sabar ya yoseph."
Martha terkulai duduk lesu, dia baru sadar apa yang telah dia perbuat pada penolong nya karena keegoisan nya. Nasi sudah menjadi bubur, martha lalu bangkit menuju kamar victoria yoseph dan moana untuk mengambil beberapa stel pakaian ganti mereka.
Martha keluar dari rumah itu, memberhentikan taxi yang lewat.
" Pak tolong cepat ya, saya takut saya terlambat menjumpai teman saya. " ujar martha gusar
Martha terlihat menggigit ujung kukunya, panik karena perbuatan nya.
Sesampainya di rumah sakit, martha berlari ke ruang tunggu menghampiri moana yang tertidur di kursi tunggu masih dengan pakaian sekolah dan yoseph mondar mandir di depan ruang operasi.
Sudah sekitar 2,5 jam operasi berlangsung, tapi para dokter belum juga keluar memberitahu hasil operasi.
" Duduklah yoseph, tenang, berdoa lah. " martha menarik yoseph untuk duduk
Yoseph memeluk martha dan menangis seperti anak kecil kehilangan induknya. Martha mengelus punggung yoseph berusaha menenangkan nya.
Tidak berapa lama keluar lah dokter gilbert
" Bagaimana dokter dengan istri saya? apakah operasi nya berhasil?" tanya yoseph langsung berdiri menghampiri Gilbert.
" syukur nya atas izin Tuhan, operasi istri anda berjalan lancar, kita tinggal tunggu pemulihan, pasien malam ini sementara akan ditempatkan di ruang observasi hingga sadar lalu akan dipindahkan ke bangsal pasien biasa. Saya izin pamit . Gilbert lalu berpamitan pergi.
" Terima kasih dokter, saya tidak akan lupa jasa dokter. " yoseph lalu bisa bernafas lega dan duduk kembali.
" Ayo moana bangun, kita sementara tunggu di kamar pasien biasa dulu. "
" mama mana tante? apakah operasi mama lancar?" tanya moana yang masih terlihat mengantuk.
" Pulanglah kalian , biar aku saja yang tunggu di rumah sakit. Besok siap moana pulang sekolah baru datang lagi. " yoseph sudah lega mendengar operasi victoria berjalan lancar.
" ya baiklah, ini tas berisi pakaian mu , jangan lupa istirahat." martha lalu mengajak moana pulang ke rumah.
Sesampai nya di rumah, martha memandikan moana , mengganti pakaian nya dan tidur di samping moana seperti biasa dia lakukan ketika victoria dan yoseph jalan- jalan ke luar negeri.
Martha memeluk moana dengan erat " tante sayang sekali sama moana, moana sudah tante anggap seperti anak sendiri."
Moana tidak menjawab, matanya sudah tertutup, rupanya sudah tertidur.
" Ya tuhan, terima kasih sudah memberikan victoria untuk masih bersama kami, aku tidak tahu kenapa hati ku sedih juga padahal teman ku baru saja selamat dari maut." bisik martha dalam hati
Dia mencoba menutup matanya tapi masih teringat sentuhan hangat badan yoseph tadi pagi.
Lalu dia ke kamar mandi dan melakukan m********i memasukkan jari ke alat kelamin nya , menutup mata sambil membayangkan yoseph menciumnya.
" Martha.. martha..."
yoseph terlihat mencari nya membuka setiap pintu kamar secara perlahan lalu menemukan nya duduk di lantai kamar mandi tanpa berpakaian lagi.
" kamu di sini rupanya martha. " yoseph segera membuka pakaian dan celana nya , menyalakan shower dan menaikkan martha ke pangkuan nya.
" kenapa kamu pulang yoseph? lalu siapa yang menunggu victoria di rumah sakit?" tanya martha tapi tangan nya melingkar di leher yoseph.
" Aku stres martha , aku tadinya hanya ingin mengobrol dengan mu, tapi kamu tidak berpakaian lagi, kamu tahu kan pria itu pikiran nya seliar binatang." yoseph bermain lagi dengan martha malam itu.
Ah ah ah ah
desahan martha menjerit liar
" pelan yoseph, nanti moana dengar kan tidak enak."
Yoseph lalu membungkam mulut martha dengan ciuman liar lalu menggigit lehernya
" Au... geli... kamu liar sekali.."
martha semakin erat memeluk yoseph
" Uda mau keluar martha.. " semakin kencang yoseph menggoyang pinggulnya.
" Remas p******a ku yoseph , rasanya luar biasa nikmat, aku juga sudah mencapai klimaks. "
Akhirnya selesai dan berhenti sebentar menutup mata mereka sambil menikmati air hangat yang mengalir dari shower.
Mereka lalu berdiri sambil gantian sabunan kemudian yoseph terangsang lagi setelah menyentuh p******a martha yang masi mengeras. Mereka lakukan ronde kedua lagi..
Setelah selesai, mereka berpakaian dan yoseph berpamitan sambil mencium kening martha.
Sesampainya di rumah sakit, yoseph senyum-senyum sendiri.
" keluarga pasien victoria..." panggil perawat dari ruangan observasi.
" iya saya suaminya, kenapa ya sus?" tanya yoseph.
" Ibu Victoria sudah sadar." jawab perawat
Yoseph segera memasuki ruangan observasi menghampiri victoria.
" Kamu sudah sadar sayang? ." tanya yoseph.
" Kamu siapa ya?Aku dimana?Siapa namaku?" tanya victoria
" Suster suster... tolong panggil dokter, kenapa istri saya tidak mengenali saya dan dirinya sendiri? " yoseph terlihat panik memanggil perawat yang berjaga di ruangan itu.
Lalu perawat kembali ke meja jaga nya dan menelpon dokter gilbert
" Halo selamat malam, maaf menganggu dokter, pasien atas nama victoria barusan sadar dan membuka matanya , saya sudah memanggil keluarga nya untuk menghampirinya, tapi seperti nya pasien mengalami amnesia, "
" Tolong panggil dokter richard untuk menjelaskan pada keluarga pasien tentang beberapa kemungkinan efek dari operasi, saya lagi ada acara. " jawab Gilbert.
Perawat berlari ke ruang UGD melakukan yang diamanahkan dokter gilbert padanya.
" ini gimana dokter, kenapa istri saya tidak mengenali saya bahkan bertanya pada saya siapa nama nya" jelas yoseph
" Mungkin istri anda mengalami PTA atau amnesia pasca trauma, atau efek anestesi yang belum sepenuhnya hilang dari tubuh istri anda. Jangan khawatir, kita tunggu lagi gimana keadaannya esok pagi setelah dia beristirahat nanti malam." jawab richard menenagkan yoseph lalu pamit untuk berjaga di UGD lagi.
Victoria dipindah ke bangsal VIP khusus 1 pasien dalam satu bangsal.
Malam itu yoseph berjaga di samping victoria dan tertidur memegang lengan nya.
Esok pagi nya....
" yoseph.. "
terdengar suara lembut yang tak asing di telinga nya, yoseph terbangun dan melihat victoria sudah bangun menatap nya.
" kamu sudah bangun ya, gimana keadaan mu? tidurmu nyenyak tadi malam?" tanya yoseph lega victoria sudag mengenal dirinya seperti penjelasan richard padanya.
" never be better... Mungkin jadi jauh lebih baik karena kamu menemani ku semalaman di sini. Kapan kita bisa pulang yoseph?"
" kita tunggu dokter gilbert dulu ya, dia dokter bedah yang mengoperasi mu sayang." yoseph berdiri mengusap kepala victoria.
pintu ruangan terbuka dan dokter gilbert masuk bersama perawat yang membawa rekam medis pasien
" Dari hasil pemeriksaan darah, kami menjumpai ada sisa efek obat antidepresan, apakah anda pernah mengonsumsi nya selama ini?" tanya gilbert dengan muka serius
yoseph dan victoria menatap satu sama lain lalu victoria menjawab " tidak dokter."
" kapan istri saya boleh pulang dokter?"
" hari ini juga boleh, ini suatu keajaiban karena victoria pulih dengan cepat, jangan lupa minum obat dari saya selama 3 hari dan kontrol ulang ke rumah sakit untuk saya lihat kondisi nya. Bila anda merasa akhir- akhir ini lebih cepat lelah, mual dan gairah seksual menurun, itu efek dari obat antidepresan, jadi jangan lupa konsulkan ke bagian psikiater ya untuk mengganti jenis obat antidepresan lainnya." jelas gilbert lalu memerintah perawat untuk menyiapkan berkas keluar rawat inap pasien victoria dan menyiapkan resep obat yang akan dtebus yoseph ke bagian farmasi rumah sakit.
" Terima kasih banyak dokter " jawab victoria dan yoseph bersamaan.
Perawat membantu melepas infus victoria dan memberikan waktu pada yoseph dan victoria untuk bersiap-siap keluar dari rumah sakit.
Setelah perawat keluar, yoseph mengunci pintu, lalu tersenyum menghampiri victoria.
" kenapa sayang? kenapa kamu mengunci pintu bangsal dan tersenyum melihat ku? Apa ada yang lucu?"
" Sini kubantu kamu berganti pakaian." Yoseph melepas kancing baju rumah sakit victoria satu persatu. Lalu melepas celana rumah sakit nya. Setelah itu ia melepas pakaian dan celana yang dia pakai.
Terlihat barang yoseph sudah berdiri tegak.
Victoria menutup mulutnya.