Arkan duduk diatap rumahnya, menekuk kakinya dengan tangan yang melingkari. Ia menghembuskan napas panjang, setiap detik ia harus berusaha untuk mengusir seseorang dari pikirannya. Seseorang yang sudah menolak cintanya sejak beberapa malam lalu. Ada rasa sakit yang melekat dihatinya sampai saat ini, ia kecewa pada diri sendiri, sudah menyukai wanita yang bahkan hatinya bukan untuknya, sedikitpun. Lima menit sesudah kepergian Iluvia, Lia menginjaki taman restoran yang indah itu. Arkan sudah memandangnya dari jauh, dan segera menghampiri untuk kemudian menggandeng tangan Lia menuju bunga tabur berbentuk love yang sebelumnya sudah disinggahi oleh Iluvia. Tubuh Lia sudah terbungkus sempurna oleh gaun berwarna pink soft pemberian Arkan. Wanita itu terlihat sangat cantik dimata Arkan, bahkan s

