Tontonan Gratis

1148 Words

Arkan menonjok keras dinding belakang gedung sekolah. "b*****t!" pekiknya. Wajahnya merah memanas, rahangnya mengeras dan matanya terbuka lebar tajam. Tiba-tiba Dirga datang dengan langkah yang gotai, menyentuh pundak Arkan dari belakang dan Arkan pun menoleh. "Ada apa, Kan?" Arkan membuang pandangannya dari Dirga lalu mengepalkan tangannya. "Bodoh banget gue gak tau kalo sekolah ini punya si pecundang!" Dirga menghela napas, "Kan--" "Gue gak sudi sekolah disini!" katanya. "Kan, sabar dulu, jangan emosi." "Lo kenapa gak bilang kalo Taruna punya dia?!" "Gue cuma gak mau lo salah sangka sama gue, Kan." "Gue tau tujuan dia balik lagi ke Indonesia mau ngapain. Dia gak mau hidup gue tenang karena dia gak terima gue balas dendam setelah dia nge--" "Kan, udah. Berhenti keras kepala, ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD