Eh, kok pintu rumah terbuka. Jangan-jangan tukang angkut barang lupa nggak ngunci pintu. Atau rumahnya baru saja disambangi maling! Wah! Nyari mati tuh maling! Kairo pun buru-buru masuk, hendak melihat apa saja yang sudah digasak maling tersebut. Namun, langkahnya sontak menyurut drastis. Saat mendapati dua pasang mata yang langsung menatapnya ketika baru saja muncul di ambang pintu. Satu tatapan bengis dan yang lain tatapan menilai. Kairo meneguk saliva kelat tanpa sadar. “Bunda, Daddy. Ada apa ke sini?” Ya! Ternyata malingnya— eh, maksudnya yang berkunjung adalah orang tuanya sendiri. Bunda Karina dan Daddy Arjuna. Minus Kennet yang masih Kairo tugaskan membahas proyek rumah sakit terbarunya bersama Alvaro. “Kamu ini!” Tiba-tiba Bunda Karina mencubit pipi Kairo. Setelah pria muda i

