“Aika, Kamu nunggu di kafe. Saya mau bicara dengan Pak Hafid,” tutur Kairo yang menggiring Aika ke depan kafe agar tidak terus mengikutinya. “Mas Bos,” panggil Aika dengan nada panjang yang manja. Kairo menghitung dalam hati sebelum berbalik. Istrinya ini selalu melakukan hal tak terduga. Kali ini Kairo harus bisa membujuk Aika agar tetap di kafe agar pembicaraannya tidak terganggu. “Kenapa?” “Kalau ninggalin Aika di sini, Mas Bos yakin bakal kenalin Aika pas jemput nanti?” “Pertanyaan macam apa itu? Memangnya suami tidak bisa mengingat wajah istri kalau ditinggal selama beberapa menit saja?” Kairo menghela napas, benar-benar tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran istrinya. Jangan-jangan Aika takut kalau Kairo malah gandeng Novia pas pulang nanti. “Jangan ke mana-mana, nanti say

