Mas Bos 12

1132 Words

“Asalamualaikum, Bunda!” seru Kairo riang. Dia memasuki rumah kediaman orang tuanya dan langsung menghampiri bunda kesayangannya, yang sedang sibuk di dapur. “Wah, kayaknya enak, nih. “ Kairo melanjutkan dengan mata berbinar saat melihat deretan camilan yang sedang bundanya buat. Seperti biasa, Kairo langsung menggerakkan tangan untuk segera menjamah salah satu dari camilan di hadapannya itu. Namun, belum sampai menyentuh, tangan Kairo langsung dipukul oleh bundanya dengan pelan. “Cuci tangan dulu,” tegur bundanya kemudian. Kairo nyengir konyol. Walaupun begitu, Kairo tetap melaksanakan titah Sang Ratu. Langsung bergegas ke arah watafel di dapur. “Loh, Bang? Kamu sendirian? Aika mana?” Bunda Karina bertanya saat menyadari kalau dari tadi putranya hanya terlihat sendiri. Tanpa istri yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD