Aika langsung terkesiap. Saat merasa sebuah tangan menyentuh pundaknya begitu saja. ia pun langsung menoleh dengan cepat, kemudian menemukan Mama Desi ternyata pelakunya. Sambil menatapnya penuh selidik. “Ma..ma?” Namun anehnya, Aika malah tergagap di tempat. Wanita itu gusar, seperti baru saja tercyduk sedang melakukan hal salah oleh Mama Desi. Mengintip, misal. Akan tetapi, memang itulah yang sebenarnya tengah Aika lakukan saat ini. Dia memang.... BRUM! Kemudian sebuah suara mesin mobil pun mengiterupsi mereka. Membuat dua wanita beda usia itu langsung melirik keluar jendela. Tak lama setelahnya, senyum penuh arti pun tersungging dari wajah Mama Desi. Ya! Aika memang sejak tadi tengah mengintip keluar jendela. Di mana Kakaknya sedang mengantarkan tamu mereka. “Menurut Kamu ... Na

