Tiba tiba saja seseorang menampar Nino sangat keras hingga membuatnya terjatuh terpental dan berakhir terkapar di lantai. Nino terdiam setelah tahu siapa yang menamparnya kali ini. Tidak lain adalah ayahnya sendiri dengan pakaian berjas rapih. “Siapa yang mengizinkanmu masuk ke kantor dan masuk ke ruangan sini?” teriak Jeremi Nino terdiam, dia mencoba bangun dan kembali mencari sesuatu di dalam lemari itu. Nino saat ini sudah tidak ingin berbicara dengannya lagi mengingat apa yang telah dilakukan ayahnya itu pada ibunya. “Nino, bukannya kau punya telinga?” teriak Jeremi menggema Semua teman Nino hanya bisa terdiam dengan kejadian ini, terkecuali dengan Andrean yang terlihat begitu kesal pada ayah Nino itu. “Nino tanganmu, kenapa?” tanya Jeremi tiba tiba yang baru sadar dengan tanganny

