Jangan Pernah Hadir Lagi

1769 Words

“Astaganaga …!” Caca berjengkit kaget ketika dirinya selesai mandi dan membuka pintu kamar mandinya. Mata almondnya tanpa sengaja menatap sosok pria yang sedang duduk di atas ranjangnya. Sosok pria tinggi dengan tubuh tegap itu juga menatap ke arahnya dengan bibir yang sudah menyunggingkan sebuah senyuman. Caca kenal, bahkan sangat kenal siapa sosok pria yang saat ini sedang menatapnya intens. Pria yang selama ini ingin sekali ia hindari, tapi kini malah berada tepat di hadapannya. “Mas Andra …!” lirihnya. Caca menyebut sebuah nama dengan suaranya yang terdengar sangat lirih. Sebuah nama yang membuat hidupnya berantakan. Meskipun menyebut nama itu dengan sangat lirih, Andra masih tetap bisa mendengarnya dengan sangat baik. Sebuah nama yang telah berhasil menjungkir balikan kehidupa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD